Dua Bentuk Motivasi
Ada dua tipe orang kalau kita lihat dari cara ia termotivasi. Yang
pertama adalah ia termotivasi kalau ingin mencapai sesuatu. Kita
menyebut orang ini memiliki motivasi mendekati, atau moving toward.
Contohnya, orang termotivasi untuk mendapatkan sesuatu, mendapatkan
pacar misalnya, ia akan memikirkan apa yang bisa ia lakukan bersama
pacarnya – nonton, makan bareng misalnya, jangan mikir yang bukan-bukan –
kebahagiaan apa yang bisa ia dapatkan kalau dia punya pacar.
Yang kedua adalah orang yang termotivasi jika akan kehilangan sesuatu
atau akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ini kita sebut sebagai
orang yang menjauhi, atau moving away. Ia sangat termotivasi jika
sesuatu yang negatif akan terjadi. Misalnya untuk mendapatkan pacar, ia
berpikir, usia, kalau usia begini masih belum pacaran malulah, apa kata
dunia?
Anda termasuk yang mana? Hehe, tapi yang terpenting adalah tidak
mengkotak-kotakkan. Dua hal ini ada dalam diri kita, jika kita bisa
memanfaatkan kedua dorongan ini dengan baik, tidak ada yang bisa
menghentikan kita. Karena pikiran kita selalu bekerja dengan prinsip
mencari nikmat menghindari sengsara.
Mencari nikmat artinya kita menjalankan motivasi mendekati.
Menghindari sengsara artinya kita menjauhi sesuatu. Secara alamiah,
manusia akan lebih terdorong dari menghindari sengsara, salah satu
penyebabnya adalah karena ia tidak mau kehilangan apa yang telah ia
miliki.
Gunakan dalam porsi yang tepat untuk membangun motivasi Anda. Jika
Anda lebih “Mendekati”, berilah porsi yang lebih besar pada alasan
mengapa Anda perlu mencapai tujuan itu, apa kenikmatan dan manfaat yang
bisa Anda dapatkan. Sebaliknya, Jika Anda lebih cenderung “Menjauhi”,
gunakan alasan lebih banyak yang menjauhi, apa yang bisa diselamatkan,
atau bisa tidak terjadi jika Anda mencapai tujuan itu.
Perusahaan atau atasan yang baik, tentu akan melihat sejauh mana kontribusi Anda dalam bekerja. Kontribusi selalu menjadi penilaian utama sebuah perusahaan berkaitan dengan jenjang karir si karyawan. Jika tidak, maka perusahaan tersebut bodoh. Jangan habiskan hidup Anda bekerja di perusahaan yang tidak menghargai kontribusi karyawannya.
Ada 3 cara terbaik yang sudah saya pilihkan disini agar Anda bisa memotivasi diri Anda dalam bekerja. Mengapa harus bisa memotivasi diri? Sebab Andalah yang bertanggung jawab untuk meningkatkan motivasi Anda. Tidak usah menuntut orang lain atau perusahaan. Miliki inisiatif untuk memotivasi diri, sebab hasilnya akan kembali kepada Anda.
Ingin Sukses Dalam Karir? Ketahui Cara Memotivasi Diri Dalam Bekerja
Sederhana, bagaimana Anda akan berhasil jika Anda loyo dalam bekerja? Anda harus memiliki motivasi yang tinggi dalam bekerja untuk berhasil. Dan, ini berlaku bagaimana pun kondisi tempat Anda bekerja. Motivasi kerja berkaitan dengan tindakan, tindakan berkaitan dengan hasil, dan hasil berkaitan dengan kontribusi Anda bagi perusahaan.Perusahaan atau atasan yang baik, tentu akan melihat sejauh mana kontribusi Anda dalam bekerja. Kontribusi selalu menjadi penilaian utama sebuah perusahaan berkaitan dengan jenjang karir si karyawan. Jika tidak, maka perusahaan tersebut bodoh. Jangan habiskan hidup Anda bekerja di perusahaan yang tidak menghargai kontribusi karyawannya.
Ada 3 cara terbaik yang sudah saya pilihkan disini agar Anda bisa memotivasi diri Anda dalam bekerja. Mengapa harus bisa memotivasi diri? Sebab Andalah yang bertanggung jawab untuk meningkatkan motivasi Anda. Tidak usah menuntut orang lain atau perusahaan. Miliki inisiatif untuk memotivasi diri, sebab hasilnya akan kembali kepada Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar