Laman

HIMAPRODI PKn STKI Muhammadiyah BONE

Jumat, 31 Oktober 2014

Ini Berlian… Bukan Sampah

Ini Berlian… Bukan Sampah - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Makanan. Satu hal yang sebelumnya sangat jarang kuperhatikan. Padahal, makanan adalah bagian yang cukup penting untuk kelangsungan hidupku.
Sampai akhirnya, Aku mengerti apa itu makanan. Sesuatu yang sangat berarti bagaikan berlian. Kesadaranku bermula saat membaca sebuah buku yang cukup menarik bagiku. Aku membaca sebuah cerita yang berjudul ‘Mencela Makanan’. Cerita ini berawal pada adegan seorang peserta kompetisi memasak yang disiarkan di televisi, sedang menunggu penilaian juri terhadap hasil masakannya. Masakan yang dibuatnya dengan susah payah dan dalam waktu yang sudah ditentukan. Dari raut wajahnya, ia sudah sangat khwatir. Khawatir akan ada komentar negatif dari mulut salah satu juri.

Dua orang juri telah merasakan masakan si peserta. Sekarang, adalah giliran juri terakhir. Sang juri memotong sebagian kecil makanan dan melahapnya dengan tatapan tajam yang mengarah kepada si peserta. Degup jantung si peserta pun bertambah kecepatannya. Ia merasa sangat khawatir dari sebelumnya.
“Ehm…” sang juri terakhir berdeham sejenak. Lalu…
Wueeek!
“Ini sampah!” ujar sang juri terakhir seraya membuang makanan yang sudah dikunyahnya ke dalam tempat sampah. Si peserta hanya bisa menggigit bibir, ia mencoba menahan tangis. Makanan yang dibuatnya dengan susah payah, di lihat di depan matanya sendiri di buang begitu saja.

Sedangkan disisi lain, di sebuah kota yang penuh dengan para insan yang sibuk, terlihat jelas seseorang yang sedang mencari-cari makanan sisa di setiap tempa
... baca selengkapnya di Ini Berlian… Bukan Sampah - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 30 Oktober 2014

ANTARA MENJADI EMAS DAN MENJADI ARANG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - ANTARA MENJADI EMAS DAN MENJADI ARANGAlangkah senangnya jika terlahir sebagai emas yang keberadaannya selalu diidam-idamkan dan dinanti- nanti. Semua orang ingin menyentuhnya, memilikinya dan sangat bangga bila berada di dekatnya karena nilainya yang amat tinggi. Tak heran jika emas dijuluki sebagai logam mulia, karena kedudukannya yang amat tinggi di mata manusia. Banyak sekali manusia berkelahi memperebutkannya dan bahkan tak jarang sampai saling membunuh. Adapun terlahir sebagai arang, agaknya kalau dapat akan dihindari oleh setiap insan. Sejak lahir jangankan digendong, disentuhpun tidak karena rasa takut akan terkotori olehnya. Mengenai nilainya, jangankan satu gram, satu karung pun masih banyak orang yang dapat memilikinya. Keberadaannya pun terkadang tidak terlalu dirasakan. Namun, semahal-mahalnya emas jika ia berada di lingkungan yang salah dia akan rusak. Emas bila terkena merkuri (air raksa) akan kehilangan nilainya. Emas ketika tersebar dan bercampur dengan tanah tidaklah ada nilainya. Adapun arang, apabila ia berada di tempat yang sangat dingin, dimana orang sangat membutuhkan kehangatan, nilai sekarung arang jauh lebih berharga dari nilai emas satu bukit. Dari analogi di atas nampak bahwa lingkungan tempat suatu benda berada dan nilai manfaat keberadaan suatu benda pada lingkungan tersebut merupakan faktor yang penting untuk menilai tingkat manfaat keberadaan suatu benda. Ada benda lain yang juga dinilai sangat tinggi oleh kebanyakan manusia, yaitu intan. Intan yang jernih dan kokoh, dapat di....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 18 Oktober 2014

MICHAEL JORDAN, SANG LEGENDA BASKET

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MICHAEL JORDAN, SANG LEGENDA BASKETDunia olahraga mengenal beberapa nama sebagai legendanya masing-masing. Tinju ada Mohammad Ali. Sepakbola ada Pele dan Maradona. Golf ada nama Tiger Woods. Balap F1 ada Michael Schumacher. Dan, di bola basket, ada satu nama yang dianggap paling berpengaruh hingga sekarang, Michael Jordan. Untuk satu nama terakhir, meski sudah pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya, namun dirinya seolah tak tergantikan. Beberapa nama yang dianggap sebagai the next Jordan-di arena basketball Amerika, NBA-tetap tak bisa menggantikan ketenarannya. Nomor kaosnya-23-hingga kini juga digantung di langit-langit hall of fame sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya. Michael Jordan memang sosok yang sangat komplit. Di dalam lapangan, kemampuannya tak diragukan lagi. Berbagai atraksi menarik disuguhkan saat bertanding. Ia bahkan disebut-sebut bukan lagi sebagai seorang atlet, melainkan sudah menjadi aktor film yang mengundang decak kagum penontonnya. Karena itu, tak heran, kala ia pernah memutuskan pensiun dini-pada tahun 1993-jumlah penonton basket di dunia menurun. Dunia basket seakan kehilangan ruhnya. Tak urung, komentar yang meminta Jordan kembali ke lapangan terus bergema. Dan, hal itu akhirnya diwujudkan oleh Michael dengan bergabung lagi ke tim Chicago Bulls pada tahun 1995. "Saya mundur karena merasa sudah tak ada tantangan lagi. Dan saya kembali lagi karena saya merasa kini ada tantangan baru," sebut Jordan dalam sebuah wawancara. Sosok Jordan memang fenomenal. Jika beberapa ora....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 16 Oktober 2014

HATI NURANI SANG PENCURI

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - HATI NURANI SANG PENCURIPada suatu malam, seorang pencuri menyelinap ke sebuah rumah yang di huni oleh seorang nyonya tua, yang saat itu sedang duduk di samping meja. Sungguh beruntung sekali, pikir si pencuri. Tiba-tiba terdengar tangisan nyonya tua itu dengan tersedu-sedu, lalu mengambil sebuah gunting dan mengarahkannya ke leher. "Ah.....! tidak boleh!" teriak si pencuri. Tanpa sadar ia berlaku sebagai pencuri, dia menerobos ke dalam rumah dan merampas gunting dari tangan nyonya itu. "Biarkan aku mati...," ronta nyonya tua itu. "Masalah apa yang terjadi? Bicarakan padaku, Untuk apa memilih jalan pintas?" Ternyata Nyonya tua itu baru saja ditinggalkan suaminya. Anak dan menantu tidak berbakti, ditambah lagi menderita sakit hingga merasakan hidup ini tidak berarti lagi. Setelah dinasehati panjang lebar, niat untuk bunuh diri tadi perlahan-lahan hilang. Setelah ramai sejenak, para tetangga mengalihkan perhatian pada si pencuri tadi. "Terima kasih,Tuan ! Tanpa pertolongan anda, tragedi malam ini tentu akan terjadi", cetus mereka. "Kalian terlalu sungkan. Saya menolong nyonya ini adalah suatu reaksi spontan, sungguh tak pantas di puji",jawab si maling. "Tuan, apakah marga anda?" "Saya bermarga Tan." Setelah berbasa-basi sebentar,tiba2 salah seorang di antara mereka berkata : "Oh ya! Ada satu hal yang perlu kita ketahui". kemudian matanya melirik kepada si maling. "Tuan Tan, bagaimana engkau bisa sampai di sini dan menyelamatkan nyonya tua ini? Dari mana anda masuk?" Si maling menjadi pusat ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 12 Oktober 2014

APAKAH ANDA SEORANG “CALON” PEMENANG?

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - APAKAH ANDA SEORANG “CALON” PEMENANG?Dalam kesuksesan, ada empat tingkatan pencapaian, yang pertama ialah pemenang saat ini, yaitu mereka yang telah mengetahui apa yang mereka inginkan, dan mengambil tindakan secara fokus untuk menggapai tujuan mereka. Tingkat yang terakhir tingkatan pencapaian ialah mereka yang belum menyadari potensi mereka. Diantara kedua tingkatan di atas ialah tingkatan calon pemenang, mereka yang telah menentukan tujuan mereka dan mulai fokus dalam tindakan mereka. Tingkat yang lainnya ialah tingkat calon harapan pemenang, mereka yang belum sepenuhnya untuk menggapai kesuksesan. Mereka mungkin telah melalui perjalanan yang berat dan menyimpang dari tujuannya. Mungkin juga mereka yang memiliki konsep diri yang perlu diperbaiki. Apakah Anda seorang calon pemenang? Anda akan mengetahuinya jika Anda adalah seorang calon pemenang. Anda akan merasakan gairah yang luar biasa untuk mengejar apa yang Anda inginkan. Satu hal yang dapat menghentikan Anda hanyalah apa yang Anda percaya. Mungkin Anda juga telah menemukan kekuatan dari hubungan dengan pemenang dan calon pemenang. Ada alasan mengapa mengapa kita dinilai dari dengan siapa kita bersama karena merekalah yang memebentuk karakter kita dalam hidup. Anda bisa jadi sedang membangun jalan Anda dalam bisnis atau secara serius sedang memikirkannya. Hal ini merupakan salah satu jejak dari seorang pemenang. Jika Anda demikian, Anda sedang berada di jalur yang tepat. Apakah Anda seorang calon pemenang? Seorang calon pemenang amat mudah dikenal....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 10 Oktober 2014

RAFAEL NADAL, SI PANTANG MENYERAH

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - RAFAEL NADAL, SI PANTANG MENYERAHPerjuangan habis-habisan dan pantang menyerah sampai tetes darah terakhir barangkali tepat untuk menggambarkan perjuangan Rafael Nadal mengalahkan petenis nomor satu dunia, Roger Federer di ajang tennis Wimbledon. Betapa tidak, mereka mencetak rekor permainan tenis terlama dalam sejarah, yakni empat jam 48 menit. Dan, itu pun dengan skor yang sangat ketat, 6-4, 6-4, 6-7, 6-7, dan 9-7. Selama ini, tepatnya dua musim berturut-turut, Nadal selalu kalah di final Wimbledon oleh Federer. Nadal yang dikenal sebagai jago lapangan tenis tanah liat hanya bisa menang dari Federer di final Perancis Terbuka, yang memang menggunakan lapangan tanah liat. Selebihnya, jika berjumpa di lapangan rumput, hampir selalu dipastikan Federerlah pemenangnya. Karena itu, kemenangan Nadal atas Federer di Wimbledon ini menjadi sejarah tak terlupakan bagi Rafael Nadal. Sebab, selain bisa mengalahkan musuh bebuyutannya beberapa tahun belakangan, Nadal juga kembali mengharumkan nama negaranya-Spanyol-yang terakhir jadi juara di Wimbledon tahun 1966 atas nama Manuel Santana. Yang jelas, pertandingan kali itu memang layak disebut sebagai pertarungan tenis abad ini. Betapa tidak, susul menyusul angka, hingga jatuh bangun mewarnai partai yang juga diselingi hujan tersebut. Beberapa kali kejar mengejar angka terjadi, bahkan hingga ke angka kritis. Sang pemenang ditentukan oleh kesiapan dan mental juara serta semangat juang habis-habisan. Meski, yang kalah pun sebenarnya juga punya daya juang yang tak kalah lu....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 09 Oktober 2014

MEJA KAYU

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MEJA KAYUSuatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama diruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu," ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini." Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek. Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa?". An....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 07 Oktober 2014

Lontara' : Media Pemikiran dan Kreativitas


Lontara' adalah naskah yang tertulis diatas daun tala yang mencatat topik-topik seperti sejarah, ilmu pengetahuan, adat dan hukum.  Lontara' lahir dari tradisi catatan harian yang memegang peranan penting dalam budaya tulis orang Bugis, Makassar dan Mandar, yang berisi banyak peristiwa penting. Penulis Lontara' umumnya orang yang berpangkat tinggi. Lontara' pernah dipakai untuk menulis berbagai macam dokumen, dari peta, hukum perdagangan, surat perjanjian, hingga buku harian. Walaupun penggunaan aksara Latin telah menggantikan Lontara, tulisan ini masih dipakai dalam lingkup kecil masyarakat Bugis dan Makassar. Dalam komunitas Bugis, penggunaan Lontara terbatas dalam upacara seperti pernikahan, sementara di Makassar tulisan Lontara kadang dibubuhkan dalam tanda tangan dan dokumen pribadi.

Huruf-huruf yang tertulis didalam Lontara' dikenal dengan urupu' sulapa' appa' (huruf segi empat) yang berbeda dengan aksara-aksara lain yang ada di Indonesia. Pada umumnya, aksara-aksara lain yang ada banyak dipengaruhi oleh huruf Pallawa dari India, namun aksara Lontara' tidak dipengaruhi oleh budaya lain. Ada yang berpendapat bahwa Lontara' merupakan turunan dari huruf Kawi yang digunakan sekitar tahun 800-an, namun belum banyak bukti-bukti yang mendukung mengingat perkembangan huruf Lontara' berumur lebih muda. Sebenarnya, terdapat juga  huruf Bugis-Makassar purba, yang usianya lebih tua dari aksara Lontara', tetapi yang tetap lestari adalah Lontara'.  Selain aksara sendiri, masyarakat Bugis, Makassar dan Mandar menggunakan dialek sendiri, sedangkan untuk suku lainnya di Sulawesi Selatan yaitu Toraja, tidak memiliki tradisi menulis, hanya memiliki tradisi lisan. Walaupun demikian, sejarah ataupun pengetahuan-pengetahuan yang diturunkan oleh pendahulu-pendahulu Sa'dan Toraja masih tetap terpelihara hingga saat ini.

Menurut sejarah, aksara Lontara diperkenalkan oleh Sabannara' (Syahbandar) Kerajaan Gowa yang bernama Daeng Pamatte. Ketika itu Kerajaan Gowa diperintah oleh Raja Gowa IX Daeng Matanre Karaeng Manngutungi yang bergelar Karaeng Tumapakrisik Kallonna. Daeng Pamatte yang lahir di Kampung Lakiung (Gowa), dikenal karena kepandaiannya, sehingga ia dipercaya memegang dua jabatan sekaligus yaitu Sabannara' merangkap Tumailalang (Pejabat Urusan Istana).

Didasari oleh kebutuhan dan kesadaran dari Raja Gowa pada waktu itu, agar pemerintah kerajaan dapat berkomunikasi secara tulis-menulis, dan agar peristiwa-peristiwa kerajaan dapat dicatat secara tertulis, maka   Karaeng Tumapakrisik Kallonna memerintahkan kepada Daeng Pamatte untuk menciptakan aksara yang dapat dipakai untuk tulis-menulis. Pada 1538, Daeng Pamatte pun melaksanakan dan berhasil mengembangkan Aksara Lontara yang terdiri dari 18 huruf . Lontara ciptaan Daeng Pamatte ini dikenal dengan istilah Lontara Toa  atau Lontara Jangang-Jangang (lontara' burung) karena bentuknya seperti burung. Lontara Jangang-Jangang atau Lontara Toa ini tercipta dengan memperhatikan bentuk burung dari berbagai gaya, seperti burung yang sedang terbang dengan huruf "Ka" burung hendak turun ke tanah dengan huruf "Nga", bentuk burung dari ekor, badan dan leher dengan lambang huruf "Nga".

Lontara' ciptaan Daeng Pamatte ini, mengalami perkembangan dan perubahan secara terus menerus sampai pada abad ke-19. Perubahan huruf tersebut baik dari segi bentuknya maupun jumlahnya yakni 18 menjadi 19 dengan ditambahkannya satu huruf yakni "ha" sebagai pengaruh masuknya Islam. Aksara Lontara ini disebut juga Lontara Bilang-bilang (Lontara' Hitungan). Lontara Bilang-bilang ini diperkirakan muncul pada abad ke-16 yakni pada masa pemerintahan Raja Gowa XIV Sultan Alauddin (1593-1639).

Menurut Mattulada, Daeng Pamatte kemudian menyederhanakan dan melengkapi lontara Makassar. Untuk keperluan bahasa Bugis ditambahkan empat huruf, yaitu ngka, mpa, nra dan nca sehingga menjadi menjadi 23 huruf sebagaimana yang dikenal sekarang ini dengan nama Aksara Lontara Bugis-Makassar.

Pada saat itu masyarakat Gowa belum mengenal kertas sebagai media untuk menulis, dan aksara lontara' ini dapat dituliskan pada media apa saja, baik itu batu, kayu, kulit hewan maupun daun-daunan. Pada nisan kuno, kebanyakan tulisan ditulis dalam aksara lontara'. Juga pada kayu, hanya saja usia kayu terbatas sehingga banyak yang lapuk. Agar lebih mudah dan praktis hingga dapat dipakai untuk surat menyurat dalam pemerintahan saat itu, maka ditemukanlah daun lontar yang merupakan tumbuhan khas masyarakat Gowa. Oleh karena penulisan aksara belah ketupat ini umumnya menggunakan daun lontar, sehingga masyarakat Makassar saat itu memberinya nama dengan urupu lontara', artinya aksara yang ditulis diatas daun lontar.

Aksara Lontara tidak mengenal hurup atau lambang untuk mematikan hurup misalnya sa menjadi s. Ketiadaan tanda-mati ini cukup membingungkan bila ingin menuliskan huruf mati. Juga, di banding aksara-aksara lain, aksara Lontara tak memiliki semua fonem. Beberapa huruf ditafsirkan secara teoretis dengan sembilan cara berbeda, dan ini juga kadang-kadang menimbulkan masalah bagi penafsiran pembaca. Maka dari itu, di masyarakat Bugis dikenal adanya elong maliung bettuanna, yakni nyanyian dengan makna tersembunyi. Misalnya kata buaja bulu' (buaya gunung) merujuk pada macang (harimau). Ejaan macang sama dengan ejaan macca (pintar), yang menjadi makna turunan dari buaja bulu'.

Penulisan Lontara' mempunyai perspektif yang luas sesuai dengan kondisi sosial, budaya, ekonomi dan politik pada zamannya. Oleh karenanya lontara' terdiri atas beragam jenis berdasarkan tema yang dikandungnya. Berikut ini, beberapa jenis Lontara' Bugis yang dapat ditemukan saat ini antara lain :
  1. Lontara' Pappaseng (Lontara' pepatah atau kata bijak)  adalah sekumpulan pedoman hidup yang berisi petuah tentang sebab akibat yang berlaku pada masa lalu, masa sekarang, dan masa akan datang. Lontara' Pappaseng merupakan kumpulan amanat atau pesan orang-orang bijak, orang terkemuka atau keluarga, yang ditulis dan disuratkan, kemudian diwariskan secara turun temurun. Paseng semacam ini dijadikan kaidah hidup dalam masyarakat. Paseng ini ada kalanya berisi cara-cara pelaksanaan pemerintahan yang baik, cara-cara pelaksanaan hubungan kekeluargaan dan sebagainya.
  2. Lontara' Paggalung (Lontara' bercocok-tanam) ialah lontara' yang isinya menjelaskan keadaan-keadaan cuaca, musim, keadaan hujan, tanam-tanaman yang baik ditanam dan lain-lain sebagainya. Dengan kata lain, lontara' Paggalung merupakan lontara' yang banyak hubungannya dengan pelaksanaan pertanian.
  3. Lontara' Sure'-sure' (surat-surat), lontara' yang berukuran kecil yang biasanya tidak banyak isi dan lembarannya, dinamakan sure'-sure'. Sure'-sure' ini bermacam-macam pula, antara lain Sure' eja-eja yang mengandung nyanyian-nyanyian yang biasa dinamakan eja-eja. Nyanyian eja-eja biasanya  dinyanyikan pada saat masuk rumah baru, mengadakan perkawinan dan upacara-upacara yang lain. Sure'-sure' kotika berisi keterangan mengenai hari baik dan hari buruk atau hari naas, langkah baik atau langkah buruk dalam suatu perjalanan, untung ruginya perdagangan, cocok tidaknya pasangan mempelai, ayam berbulu apa yang menang apabila disabung dan lain-lain. Sure'-sure' Appanoreng Bine adalah semacam sure'-sure' yang dibaca pada waktu mengadakan upacara maddoja bine (berjaga benih pada waktu malam), yaitu pada malam menjelang akan disemaikannya benih padi pada keesokan harinya.
  4. Lontara' Pattaungeng (catatan harian), disamping berisi masalah kehidupan pribadi, keluarga dan tetangga, juga berisi masalah umum yang terjadi setiap waktu, seperti kelahiran dan kematian seseorang, kejadian-kejadian luar biasa, baik yang mengandung nilai sejarah maupun yang mengandung peringatan-peringatan lainnya. Lontara' semacam ini biasa disimpan oleh anak cucu sang  penulis dan  menjadi dokumen berharga bila penulisnya meninggal dunia. 
  5. Lontara' Ade' (Lontara' adat) yaitu kronik adat atau Lontara' Pabbicara yang mengandung catatan-catatan hukum adat dan kebiasaan. Lontara' Ade' banyak membicarakan masalah hukum.
  6. Lontara' Uluada (perjanjian) mengandung himpunan rumus-rumus perjanjian antara satu kerajaan dengan kerajaan lainnya.
  7. Lontara' Allopi-loping (pelayaran) yaitu lontara' yang berisi hukum adat pelayaran. Termasuk batas-batas zona pelayaran yang berlaku saat ini.
  8. Lontara' Pangoriseng (silsilah), sering juga disebut stamboon atau stambuk, yang berisi tentang silsilah keturunan suatu keluarga.
  9. Lontara' Attoriolong (tata krama orang-orang dahulu) adalah sekumpulan catatan-catatan mengenai asal-usul (silsilah) turun temurun raja-raja, keluarga bangsawan dan keluarga tertentu. Dari attoriolong ini biasanya dijadikan bahan untuk menyusun sejarah atau menyusun stambuk seseorang. Disamping itu attoriolong berfungsi sebagai catatan-catatan peristiwa yang lalu, yang dilakukan atau yang dialami orang dahulu kala. Lontara' semacam ini banyak dimiliki oleh orang terkemuka. Lontara' Attoriolong juga banyak menjelaskan hubungan perkawinan raja-raja didaerah lain seperti Lontara' Akkarungeng Ri Bone.
  10. Lontara' Pau-pau ri Kadong (hikayat atau legenda) adalah cerita rakyat yang mengandung legenda-legenda  atau peristiwa-peristiwa luar biasa yang masih diragukan kebenarannya. Pau-pau ri Kadong melukiskan sesuatu dengan gaya metafora, yang tujuannya semata-mata untuk memberikan daya tarik. Cerita seperti ini biasa diceritakan pada waktu tengah malam agar orang yang sedang berjaga-jaga tidak mengantuk dan sering juga dikisahkan oleh orang tua pada waktu meninabobokkan buah-hatinya.
  11. Lontara' Pangaja (nasihat) adalah kumpulan pedoman hidup atau nasehat-nasehat yang diberikan oleh orang tua kepada anak keturunannya. Lontara' Pangaja ini muncul  sebagai pengajaran bagi generasi berikutnya setelah seseorang melakukan perbuatan yang kurang baik.
Tradisi menggunakan huruf lontara mengalami perkembangan paling pesat pada abad ke-17. Dengan pengaruh contoh-contoh Sastra Melayu maupun Portugis, orang Makassar mulai menuliskan tarikh yang setiap fakta  memerinci pesatnya perkembangan Makassar.  Tradisi yang sangat kokoh bagi pencatatan masa lampau ini didorong oleh Karaeng Pattingalloang (1600-1654), yang memerintahkan seorang Ambon pelarian  agar menulis sejarah Maluku dalam Bahasa Melayu. Sebagai pemangku adat Kerajaan Makassar, Karaeng Pattingalloang membuat pembaruan-pembaruan istimewa dalam urusan pemetaan, letak istana, penerjemahan naskah-naskah kemiliteran dari Bangsa Portugis, Turki, dan Melayu ke dalam Bahasa Makassar. Di samping itu, kebiasaan menuliskan kelahiran, perkawinan, dan perceraian dalam keluarga raja, kedatangan kapal dan utusan, pembangunan benteng dan istana serta berjangkitnya wabah dengan menggunakan sistem penanggalan ganda Masehi dan Hijriah merupakan kebiasaan Karaeng Pattingalloang.
Pada masa itu, penulisan dan penyalinan buku-buku Agama Islam dari Bahasa Melayu ke Bahasa Makassar diatas lontar giat dilaksanakan. Berbagai lontara yang asalnya dari Bahasa Melayu diduga berasal dari abad ke-17 dan 18, masa permulaan perkembangan Islam di Sulawesi Selatan. Lontara' yang dimaksud antara lain: 
  1. Lontara' perkawinan antara Sayidina Ali dengan Fatima, putri Rasululullah
  2. Lontara' percintaan Nabi Yusuf dan Laila Majnun
  3. Sura’ bukkuru yang dalam bahasa Bugis dikenal dengan lontara pau-paunna Sultanul Injilai.
Lontara' tetap memilik identitas tersendiri yang berasal filosofi dan budaya Makassar. Keterangan ini didukung oleh pendapat yang bersumber dari Lontara Patturioloanga ri Tugowaya, yang berbunyi sebagai berikut :
“...iyapa anne karaeng uru apparek rapang bicara, timu-timu ri bunduka. Sabannara’na minne karaenga nikana Daeng Pamatte. la sabannara’, la Tumailalang, iatommi Daeng Pamatte ampareki lontara’ Mangkasara” 
(.. pada zaman raja inilah mula-mula dibuat peraturan, hukum dalam perang. Syahbandar raja inilah yang disebut Daeng Pamatte. Ia syahbandar, ia pengurus kerajaan, ia juga Daeng Pamatte yang membuat  Lontara' bahasa Makassar).
Referensi :
- Sanggarsenilontara.blogspot.com
- Kompasiana.com
- Iccank-comtar.blogspot.com
- Bugiswarta.blogspot.com
- Wikipedia.org

Minggu, 05 Oktober 2014

DARI JENDELA KE JENDELA

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - DARI JENDELA KE JENDELADari jendela ke jendela mereka meminta uang. Mereka tak ragu untuk langsung mengatakan, ‘om minta uang om’. Dari mana mereka dan akan ke mana mereka, mungkin tak pernah dipusingi oleh orang-orang dibalik jendela-jendela itu. Ada yang membuka jendelanya dan menyodorkan uang. Celah jendela yang terbuka pun lebarnya hanya cukup untuk memindahkan uang dari dalam ke luar. Berapa banyak dari kita yang sering menemui mereka yang adalah anak-anak pada masa usia sekolah ini? Mereka bisa kita temui hampir di setiap lampu lalu lintas, bahkan mereka bisa muncul di depan pagar rumah anda. Banyak dari mereka yang tidur di jembatan penyeberangan, di pinggir jalan, dan di tempat-tempat lainnya yang tidak mengganggu orang lain namun menghiasi pemandangan mata Anda. Ada satu kisah tentang mereka. Suatu hari, salah satu dari mereka menghampiri mobil yang dikendarai oleh seorang pemuda berdasi. Seperti biasa, anak itu segera memainkan alat musik sekadarnya yang dibuat dari botol plastik diisi dengan pasir. Baru satu baris dia melantunkan lagu, si pemuda berkata, “Dik, sudah, tidak perlu bernyanyi lagi, saya sedang pusing siang ini”. Lalu pemuda itu melanjutkan, “Mungkin adik bisa menjawab saya, menurut adik apa yang dicari oleh orang seperti saya ini?” “Teman bermain”, jawabnya sederhana. Si pemuda diam sejenak sambil memperhatikan lampu lalu-lintas yang segera berubah menjadi hijau. Dia menjadi kikuk dan tidak memperhatikan adik kecil itu lagi. Anak itu pun pergi karena mobi....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 01 Oktober 2014

ASAL USUL MEMBERI ANGPAO

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - ASAL USUL MEMBERI ANGPAODi kalangan rakyat Tionghoa banyak terdapat kebiasaan atau tradisi dalam menyambut datangnya tahun baru (Imlek), dan diwariskan secara turun-temurun, salah satunya adalah angpao. Saat tahun baru Imlek, anak-anak akan bersujud dan menyampaikan ucapan selamat tahun baru kepada yang lebih tua, saat itulah orang tua akan membagikan angpao yang telah disiapkan sebelumnya kepada anak-anak. Atau pada malam tahun baru saat anak-anak akan tidur, orang tua akan meletakkan angpao itu secara diam-diam di bawah bantal mereka. Menurut cerita, pada zaman dahulu ada seekor binatang yang tinggi besar, setiap tahun di malam tahun baru binatang itu keluar mengelus-elus dahi anak-anak yang sedang tidur, anak-anak yang pernah dibelainya akan menjadi gila. Demi keselamatan anak-anak, orang tua menjaga anak-anaknya sepanjang malam, dinamakan "Sou Cong". Berdasarkan legenda di Provinsi Zhejiang, ada sebuah keluarga pasangan suami istri yang baik dan jujur. Mereka baru memperoleh seorang anak diusia senja, sehingga sangat menyayangi anaknya bagaikan benda pusaka. Pada suatu malam tahun baru, agar sang anak tidak diganggu oleh "Cong" (Makhluk besar) itu, kedua orang tuanya menemani anaknya bermain dengan kertas merah berisi uang, setelah sepanjang malam bermain, karena lelahnya orang tua anak itu tertidur, koin uang yang telah dibungkus dengan kertas merah itu jatuh di samping bantal si anak. Tidak lama kemudian makhluk itu datang, lalu menjulurkan tangannya menjamah kepala anak itu. Kedua orang t....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pembekalan PPL


Watampone, Selasa,30/09/2014